Sepeda Federal

Sukoharjo, 2013

Setiap hari kau melewati rumahku. Kau mengayuh sepeda secara perlahan. Entah kemana kau kan menuju, tapi yang ku tahu pasti, setiap 5 menit setelah adzan tak sengaja ku mengintip dari jendela rumahku, dan nampaklah sosok dirimu mengayuh sepeda federal itu.

Selang beberapa saat ku perhatikan tingkahmu. Sebagai siswa yang setiap hari masuk sekolah dan hanya hari minggu aku libur, maka ku terheran ketika secara tak sengaja sepulang sekolah sekitar pukul 15.15 ku selalu melihatmu mengarah ke masjid itu. Bahkan disaat itu hujan begitu lebat, tangan kirimu membawa payung menuju Rumah Istimewa itu.

Tak hanya disitu, ketika hari minggu pukul 5 pagi, adiku merengek ingin sekali ke alun-alun untuk CFD, tiba-tiba ku mendengar suara ayuhan di balik pintu rumah. Dan itu kamu.

Dari memperhatikan tingkahmu, setiap aku dirumah, setelah adzan berkumandang aku selalu menunggu dibalik jendela untuk melihatmu melewati rumahku. Tapi, kini aku menunggu dan menunggu. Hingga iqomat telah berkumandang, tak kunjung ku dengar lagi suara ayuhan sepeda itu. Apakah kamu sedang sakit? ataukah kamu sedang ke luar kota? entahlah. Atau mungkin kini kau telah menempuh jalan yang lain.

Terimakasih sudah mengukir cerita ,,,,,

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s