Menjadi Pemimpin Partisipatoris

‘Pemimpin”, sebuah kata yang bisanya diemban oleh mereka yang memiliki jabatan. Apakah itu benar? Tidak sepenuhnya pendapat itu benar. Pemimpin bukan sekedar mereka yang menjadi direktur, owner, ataupun boss dalam sebuah perusahaan. Namun, pemimpin adalah mereka yang mampu menggerakkan anggotanya mencapai tujuan yang diinginkan bersama. Bahwa sesungguhnya masing-masing diri kita telah dinobatkan menjadi pemimpin. Memimpin juga bukan hanya untuk orang lain akan tetapi memimpin sangat diperlukan untuk mengarahkan dan menggerakkan diri sendiri kepada hal-hal yang dianggap baik dan benar.

Jika kita mencari buku-buku dan referensi tentang kepemimpinan, maka akan kita temukan beragam tipe dan karakteristik kepemimpinan. Kepemimpinan demokratis, otoktratis, sampai pemimpin kharismatik. Namun, dalam tulisan ini penulis mencoba memberi tipe baru seorang pemimpin yaitu Pemimpin Partisipatoris. Bagaimanakah Pemimpin Partisipatoris itu?

Partisipatoris diartikan sebagai pihak yang berpartisipasi atau ikut serta dalam mencapai tujuan. Pemimpin partisipatoris merupakan pemimpin yang tidak hanya menyuruh anggotanya melakukan suatu hal akan tetapi pemimpin tersebut bersedia dan dengan kesukarelaan hatinya ikut serta dalam segala aktivitas yang dilakukan anggotanya dalam lingkup  kegiatan yang bertujuan mencapai tujuan organisasi.

Pemimpin yang memiliki karakteristik partisipatoris akan menjadi teladan bagi anggotanya. Anggota akan merasa respect kepada pemimpin yang ikut serta dan mau untuk membantu kesulitan anggotanya. Pemimpin yang seperti itulah yang akan menjadikan organisasi mencapai tujuan dengan gemilang. Bahkan ketika anggota memiliki permasalahan yang tak bisa diselesaikan antar anggota, maka pemimpin partisipatoris akan aktif dan proaktif untuk segera menyelesaikan permasalahan.

Pemimpin dalam menyelesaikan masalah tidak boleh juga serta merta menjatuhkan hukuman pada anggota. Namun, pemimpin harus membentuk sebuah musyawarah atau jejak pendapat tentang solusi apa yang sebaiknya dilakukan guna menyelesaikan masalah. Ketika konsensus diantara anggota telah ditemukan maka pemimpn perlu menjadi penengah dan penentu solusi apa yang tepat. Selain para anggota merasa dibutuhkan, mereka juga merasa bahwa solusi mereka juga menjadi referensi bagi pemimpin untuk mengambil kebijakan. Sehingga masing-masing anggota merasa dihargai dan mampu menyelesaikan permasalahan bersama.

Itukah kamu?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s