Cerdas Akal, Cerdas Akhlak

2006

Rasanya mengharukan ketika kau yang semula sering mendapatkan apa yang kau mau, kini kau harus rela membaginya kepada sosok yang tiba-tba datang dari rahim seorang perempuan yang bernama Ibu.

Waktu itu aku masih kelas 3 SD, setiap kali aku bermain barbie (dulu jamannya masih mainan barbie;p) dengan teman-teman kecilku, aku selalu menyisipkan nama dalam secarcik kertas. Nama itu merupakan nama yang akan aku berikan jika kelak aku memiliki adik. Kelas 4 SD beralu tanpa ada kabar Ibu ku mengandung. Pun sama halnya dengan kelas 5 SD yang rasanya hidupku semakin hampa (alay). Ya begitulah hingga akhirnya ku berdoa pada Tuhan, “Allah, jika kau mengijinkan aku mempunyai seorang adik , maka aku berjanji akan menjaga dan merawatnya”. Okey , waktu makin berlalu dan aku semakin menginjak remaja.

Naiklah aku ke kelas 6 SD, tak diduga Ibuku mengandung calon adik yang selalu aku dambakan kehadirannya. Aku bersyukur dan tak lupa nama-nama lucu telah aku persiapakan. Salah satu nama yang menjadi andalanku yaitu “ Az Zahra”. Karena aku termasuk anak yang jago bahasa arab (duluuu, iya dulu ) aku memberikan nama “AzZahra” karena nama dalam bahasa indonesia itu berarti Bunga. Cantik bukan?

Selang hari demi hari berganti, Aku mulai melihat Ibuku yang tetap semangat untuk bekerja dalam kondisi perutnya yang semakin membesar. Tepat pada tanggal 21 April 2007, lahirlah seorang perempuan berkulit hitam (hehehhe, aku juga dulu ) di sebuah rumah bidan di Sukoharjo. Ayah nampaknya cukup kaget, mungkin harapan beliau memiliki anak laki-laki harus disingkirkan dan bersyukur atas apa yang telah Allah titipkan.

Selang 7 hari acara aqiqah pun digelar. Sayang, nama yang aku inginkan tak terwujud, tapi tak mengapa. Pun nama adikku yang sekarang juga mengandung doa untuknya “Indah Nur Rahmawati”. Perempuan Pembawa Rahmat dan Cahaya yang Indah. Semoga menjadi perempuan yang tangguh, yang cerdas, yang mampu menebarkan kebaikan di berbagai penjuru dunia.

Kini, disaat saya menulis tulisan ini, Ia akan berumur 10 tahun di bulan april 2017. Tepat 10 tahun merupakan langkah awal bagi sosok remaja untuk melihat dunianya. Memilih dan memilih segala fenomena yang harus dikembangkan dan menjadi rujukan perkembangan dirinya dalam rangka menjadi sosok yang menjadi penebar manfaat. Memulai untuk bersiap-siap akan segala kontestasi diantara lawan jenis. Dan tentu berdikari pada satu hal yang harusnya menjadi panduan hidup yaitu agama. Karena sejatinya jika agama menjadi pondasi utama, apa yang menjadi harapan akan berkorelasi dengan apa yang ditakdirkan Tuhan. Selalu bersikap positif akan takdir yang telah ditetapkan. Marilah jadi perempuan hebat, perempuan yang bukan hanya cerdas akalnya tapi juga akhlaknya. To be continued…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s